03-Bu Nina dan Pak Achung di BAPEMASKeresahan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BAPEMAS & KB) terhadap fenomena meningkatnya angka kenakalan dan keberanian masyarakat dikalangan anak dan remaja usia SMP dan SMA tentang tawuran, bullying, sex bebas, pornografi dan narkoba, sangat memprihatinkan. Maka pada Rabu, 28 Februari 2013 BAPEMAS & KB mengundang seluruh kepala sekolah dan guru BP SMP sekota Surabaya, untuk diajak bekerjasama menyosialisasikan kondisi miris tentang ancaman kenakalan remaja ini. SMP Muhammadiyah 11 mengutus Ibu Zayyana Amini, S.Psi. dan Bapak Nasrul Huda, S.Psi. selaku guru BP untuk berangkat mengikuti sosialisasi program agenda BAPEMAS & KB yang bekerjasama dengan beberapa LSM dan sanggar seni atau rumah singgah, seperti TESA 199 (Telepon Sahabat Anak), Outline Pendidikan Surabaya, KPI (Komisi Perempuan Indonesia) dan masih banyak lagi.

05-Pak Rendra di Sesi IHasil dari sosialisasi tersebut diagendakan oleh BAPEMAS & KB untuk Jadwal beberapa sekolah yang akan dikunjungi tim bentukan BAPEMAS & KB diantaranya SMP Muhammadiyah 11 Dupak Bangunsari, jatuh pada hari Rabu, 6 Maret 2013. Setelah dikoordinasi dengan Kepala Sekolah, maka acara tersebut  terselenggara dan sementara diperuntukan kelas 9. Siang itu sekitar pukul 13.00 WIB, hari Rabu, 6 Maret 2013, dua personel utusan BAPEMAS & KB telah hadir, yaitu Bapak Rendra dari Outline Surabaya dan Ibu Lia Permatasani dari TESA 199. Mereka langsung dipersilakan menyajikan paparan materi tentang kenakalan anak dan remaja masa kini. Secara bergantian Pak Rendra dan Bu Lia menyajikan materi ini.

06-Pak Renda dari Outline PendidikanMateri dibagi menjadi 2 tema besar, diantaranya tentang Sosialisasi Pemahaman Hukum bagi Remaja yang disampaikan disesi pertama oleh Pak Rendra, dan tema kedua tentang Kecakapan Sosial untuk Remaja, disampaikan oleh Ibu Lia Permatasani. Pada sesi pertama, Pak Rendra banyak menjelaskan tentang Bahaya dan Ancaman Trafiking, Bullying, Narkoba, Keselamatan di Jalan dan Anak berhadapan dengan hukum Negara. Yang kesemuanya terjadi akibat anak mendapatkan salah pengasuhan dari orang tua. Dan kenakalan ini sudah kerap mengarah ke tindak pidana dan melanggar norma masyarakat. Ditambahkan oleh Rendra bahwa modus kejahatan dan kenakalan remaja sudah banyak masuk di lini trafiking, menjebak remaja putri untuk dijadikan pekerja café, bar, dan tempat hiburan malam, serta menjadi wanita tunasusila, yang awalnya teriming-iming oleh sejumlah uang. Belum lagi anak-anak yang diperkerjakan menjadi kurir narkoba dan obat-obat terlarang, serta disuruh merampok atau memalak orang lain. Sedangkan kenakalan lain yang sering terjadi adalah lari dari rumah, suka memukul orang lain atau teman yang lemah, meminta sejumlah uang, mengintimidasi dan lain-lain. Dari sini diharapkan agar anak-anak (siswa kelas 9) ini paham tentang ancaman-ancaman yang bisa saja terjadi pada mereka dan bagaimana kiat menghadapinya dengan jelas dipaparkan Pak Rendra dengan jalan, mereka bisa menelepon dan menghubungi pihak-pihak berwajib, seperti kepolisian, LSM yang peduli anak, remaja dan perempuan, atau institusi sosial pemerintah seperti Satpol PP, BAPEMAS dan masih banyak lagi.

10-Bu Tesa MemaparkanPeserta putraSedangkan disesi kedua, sekitar pukul 14.30 WIB, Bu Lia ganti memaparkan tentang kecakapan sosial remaja diantaranya Pendidikan Karakter, Life Skill, Konsep Diri, HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi dan Menangani masalah yang dihadapi. Kemirisan yang diungkap Bu Lia adalah seputar, pergaulan bebas seperti geng motor yang identik dengan kekerasan serta Kemiskinan yang menyebabkan orang sulit berobat dan tidak bisa bersekolah, akhirnya menjadi anak jalanan dan kemudian mengenal miras dan narkoba, dan melakukan sex bebas atau penyimpangan sex.

Acara pun dibrake untuk rehat sholat ashar, dan setelahnya dilanjutkan dengan pembahasan yang membuat heboh siswa kelas 9 kala itu tentang kesehatan reproduksi. Info ter up to date sekarang, mana kala seorang dokter bertanya kepada salah satu pasien yang terjangkit penyakit kelamin, mengungkapkan bahwa pernah berhubungan intim hingga 4 kali, dengan pacar dan gonta-ganti pasangan. Mereka adalah pemudi berusia kisaran 14-18 tahun. Dan menurut keterangan dokter tersebut, dirumah sakitnya hampir mengalami peningkatan pasien muda yang terjangkit penyakit kelamin. Bu lia bercerita sambil menampilkan slide-slide gambar fakta dan bukti penyakit kelamin dan data-data rumah sakit yang mengalami peningkatan yang sama dengan yang disampaikan dokter tersebut. Acara diakhiri tepat pukul 16.00 WIB.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s