Setelah hampir dua minggu, libur panjang hari raya idul fitri 1413 H, melakukan silahturahmi dan saling bermaaf-maafan dengan keluarga dan handai taulan, dihari pertama masuk sekolah pada 27 Agustus 2012, seluruh siswa dan guru serta kepala sekolah, juga saling bermaafan. Dan sudah menjadi tradisi muslim Indonesia mengadakan acara halal bil halal, yakni sekaligus berkumpul dan ketemu, pada satu tempat serta saling berucap maaf lahir batin atau minal aidin wal faidzin, akan tetapi Bapak Akhwan Hamid, selaku kepala sekolah SMP M 11, dalam kesempatan sambutan dihadapan siswa dan guru, mengajarkan tuntunan ajaran agama Islam, yang shoheh, kita berucap, “Taqoballallahu minna waminkum” dan dijawab dengan “Taqqobal yaa kariim” artinya sebuah doa, (permohonan kepada Allah SWT) mudah-mudahan amal ibadah saya dan kamu (kita) selama bulan romadhon ini diterima. Dan dijawab dengan Ya Allah yang maha karim kabulkan doa kami.

Acara halal bil halal SMP M 11 pada saat itu diadakan diruang serbaguna. Seluruh siswa dikumpulkan dalam dua gelombang, yaitu putra dan putri, mengingat keterbatasan ruang yang tidak memungkinkan seluruh siswa berkumpul jadi satu. Dihadapan guru dan kepala sekolah, seluruh siswa mengikuti seremoni pembukaan oleh Bapak Syaekhul Qohar Amin, S.Pd., yang langsung mempersilahkan Kepala sekolah untuk memberikan sambutan, diantara pesan seperti yang tersebut diatas, Pak Akhwan, mendoktrin anak-anak agar memahami eksistensi kita sebagai makhluk sosial, yaitu individu yang masih membutuhkan orang lain, maka sebisa mungkin ciptakan hubungan yang baik dengan sesama manusia (hablum minnannas) dan juga hubungan baik terhadap Allah (hablum minnallah), tandasnya.

Halal bil halal itu sendiri adalah bukan tuntunan agama hanya sebuah tradisi eksklusif yang hanya ada di Indonesia, Jelas Pak Akhwan, arti Halal dan (lagi) menghalalkan adalah, apabila ada orang punya salah dengan kita, ya kita membuka diri untuk memaafkan (menghalalkan) lebih dulu. Ditambahkan pula, apabila orang tua kalian masih ada yang menyimpan kupat kecil di taruh diatas pintu atau ujung-ujung rumah (sebagai jimat), tolong orang tua kita diingatkan, bahwa hal itu tidak bener, dan bisa mengarah ke syirik, sebuah amalan dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Yang benar, kupat dibuat agak besar dan dimakan dengan opor atau lodeh, itu yang benar, canda beliau.

Dan terakhir mewakili bapak dan ibu guru, mengucapkan mohon maaf, apabila ada khilaf dan salahnya selama ini, dan sudah dipastikan, bapak dan ibu guru sudah memaafkan kesalahan seluruh siswa, yang kebanyakan kalau dari siswa putri adalah kesalahan ‘Mbujuki guru” gak sholat dengan alasan halangan, padahal gak halangan. Hal ini disampaikan dengan logat khas suroboyoan ala pak Akhwan. Lebih tegas lagi hal ini dengan keras dan lantang diterangkan bahwa, masalah sholat ini, adalah syariat yang utama, wajib bagi siapapun dan dalam kondisi apapun. Beda dengan puasa, kalo bepergian, boleh tidak puasa, dan diganti dihari lain,  dan bagi ibu yang hamil atau yang baru melahirkan dan dalam kondisi menyusui, boleh juga tidak puasa, tapi tetap diganti dengan membayar fidyah. Tapi kalau sholat, tidak ada ayat dan hadist yang menjelaskan karena sakit keras, karena tidak mampu, terus tidak sholat, loro gak loro, lungo gak lungo tetap sholat. Tolong kebiasaan yang tidak baik dihilangkan dan terus semangat dalam belajar.

Kesalahan siswa putri yang kedua, papar Ayah Didit, siswa kelas VIII, adalah, masih banyak yang membawa HP, padahal itu melanggar peraturan dan tata tertib. Diingatkan oleh beliau, apabila ada yang konangan membawa HP, akan disita oleh bapak dan ibu guru, dan dititipkan dimeja kepala sekolah, jika berbulan-bulan orang tua tidak mengambil maka akan dijual, dan uangnya digunakan untuk amal sosial.

Setelah mendengar wejangan halal bil halal tahun 1413 H, seluruh siswa berbaris dan secara bergantian bersalaman kepada bapak dan ibu guru seraya berucap, Taqoballallahu minna wa minkum, dijawab gurunya, Taqobbal yaa kariim. Terus sampai seluruh siswa putra semua bersalaman, dan digelombang kedua masih sama nasihat yang disampaikan oleh kepala sekolah, hal senada, dilakukan adalah bermaaf-maafan, antara guru dan murid, yang unik, adalah masih banyak anak yang belum dan baru belajar mengucap Taqobballalllahu minna wa minku .. taqqobbal yaa kariim sehingga lupa, salah sebut, sehingga melirik pada spanduk IPM yang ada pada saat itu, tertulis latin tulisan tersebut.

Seluruh siswa hari pertama ini tidak ada pelajaran, dan diperkenankan langsung pulang, karena bapak dan ibu guru, juga ada rencana kunjungan silahturrahim kepada para pengurus PCM bubutan dan Majelis Dikdasmen, serentak setelah sholat ashar, bapak dan ibu guru yang dikomando oleh Pak Akhwan keliling di rumah pengurus, dan diakhiri dengan makan sore di Rumah Makan Laksana Jaya, Krembangan dekat Jl. Rajawali. Tampak tidak hadir pada makan bersama saat itu, Pak Ali, Pak Mizan dan Pak Arif, yang memang kata, Pak Akhwan sudah ijin tidak ikut, karena ada acara lain.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s