Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun 2012 yang biasa dikenal sebagai Forum Ta’aruf dan Silahturahmi Siswa Baru (FORTASI) di SMP M 11 yang diadakan selama 3 hari mulai 9 – 11 Juli 2012, diikuti oleh sekitar 160 siswa, bertujuan untuk membekali siswa agar lebih mengenal lingkungan sekolah sekaligus memantapkan Ke Muhammadiyahan dan  aqidah keislaman. Acara yang secara keseluruhan dipandu oleh siswa kelas VIII dan IX yang tergabung dalam pengurus dan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) atau semacam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) diselenggarakan mulai jam 12.30 – 17.00 WIB tetap dalam komando tim guru bidang kesiswaan, yang dikomandani oleh Bapak Syaekhul Qohar Amin, S.Pd.

Dihari pertama, seluruh siswa dikumpulkan di aula serbaguna, untuk mengikuti seremoni acara, berupa pembukaan dan sambutan ketua panita dan kepala sekolah, dilanjutkan penyematan keplek nama siswa dan kelompoknya, kemudian perkenalan pengurus IPM dan almamater serta materi Kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh team teaching masing-masing kelompok yakni, Ustad Tarmudzi, S.Th.I, Akhwan Hamid, S.Pd., Drs. Mizan Lazim, Abdul Wahid, S.Ag., dan Yudi Marhendrajan, M.Pd.I. dimana tiap gugus (kelompok) dinamai dengan nama tokoh pimpinan Muhammadiyah, seperti Din Syamsudin, Amin Rais, Syafii Maarif, Azhar Baashir dan KH. Ahmad Dahlan, dengan maksud agar calon siswa sekaligus kader muda Muhammadiyah ini, diawal sudah tahu siapa pimpinan dan tokoh muhammadiyah sekarang dan yang sebelumnya, sekaligus nama pendiri Muhammadiyah.

Dan yang lebih penting, disetiap agenda acara ini, siswa dibekali buku panduan Fortasi yang berisi susunan panitia fortasi 2012-2013, jadwal waktu dan jam acara selama 3 hari, nama-nama guru di SMPM 11 serta nama pendamping gugus dari guru dan IPM, serta kolom kosong untuk diisi sendiri oleh siswa nama-nama guru dan pengurus IPM yang harus mereka cari dan kenal diawal masuk.

Selain itu  buku panduan setebal 26 halaman ini berisi juga tentang sejarah Fortasi, Selayang pandang SMPM 11, lambang dan logo Muhamamdiyah dan Ortomnya, Janji pelajar, peraturan selama mengikuti FORTASI, dan lagu serta lyric Mars Muhammadiyah dan Ortomnya.

Acara dihari pertama ini, banyak ditekankan pada pemantapan motivasi belajar, pengenalan jati diri sebagai pelajar, pengenalan lingkungan sekolah, melalui ceramah dan keliling di kelas, laboratorium, kantin, toilet, kantor guru dan lain-lain, mereka dipandu oleh petugas pendamping dari IPM. Dan yang lebih ditekankan lagi adalah pemantapan aqidah Islamiyah dan Kemuhammadiyahan.

Hal ini sudah menjadi semacam tradisi tahunan di SMPM 11 dan trade mark yang dikenal masyarakat bahwa sekolah dikawasan Dupak Bangunsari yang berdekatan dengan lokalisasi prostitusi, sebagai pusat pengaderan dan doktrinasi remaja sebagai kader Muhammadiyah. Lulusan dari sekolah ini, dapat dipastikan akan melekat semangat berislam dan berorganisasi Muhammadiyahnya yang diejawantahkan dalam perilaku atau amaliyah sehari-hari.

Dihari kedua, selasa, 10 Juli 2012, diawal masuk langsung diisi materi Al Islam diruang gugus (kelas) masing-masing dan masih diisi oleh tim teaching hari pertama, yaitu beliau-beliau yang Maha Gurunya SMPM 11, mereka terdiri dari Da’i dan Mubaligh Kondang dan Kawakan, para pendidik tulen dan perencana pendidikan yang handal, dapat diistilahkan mereka adalah Kyai-nya Muhammadiyah.

Dan disesi kedua ada pendalaman tentang ke IPM an yang diisi oleh PC IPM Krembangan dan disore harinya setelah ba’da ashar, diisi oleh salah satu pimpinan Majelis Dikdasmen PCM Krembangan, oleh Bapak Soedjono, S.Pd. yang dikenal sebagai aktivis dan penggerak penanggulangan bahaya Narkoba dan Gaya Hidup Free Sex dikalangan remaja, semacam GRANAT tapi beliau lebih senang dikenal sebagai Komandan Naga Bonar, yang punya maksud dan kepanjangan tertentu. Meterinya seputar kiprah beliau yang banyak dikenal oleh eks pecandu Narkoba maupun pecandu yang masih aktif (proses rehabilitasi).

Dalam presentasi dihadapan anak SMP, Beliau lebih banyak menyindir dengan gaya-gaya remaja, serta tak lupa parikannya yang bikin tertawa dan menceriakan suasana, Pak Jono, panggilan akrabnya, memiliki data lengkap alur dan proses remaja mengenal dan terjangkit (kencanduan) narkoba, yang diawali dari hal-hal yang sepele dan iseng belaka (pemenuhan rasa ingin tahu) dan gaya remaja awal (Puber) dalam peningkatan aktualisasi diri di dalam kelompok. Belum lagi mereka kaum putri, yang jauh dari perhatian orang tua, banyak dijejali kemewahan dunia dan tergiur mengikuti orang-orang tertentu atau teman-teman mereka sendiri yang ternyata masuk dalam sistem sindikat perdagangan anak dan wanita. Tanpa mereka sadari, bahwa hal ini semua sudah dikemas apik oleh para Cukong, penjahat dan Bandar narkoba serta para konglomerat mucikari, dalam menjerat anak bangsa khususnya generasi mudanya agar hancur diawal, dan tak bermakna bahkan diarahkan menjadi musuh dan sampah masyarakat. Presentasi yang memukau dan efektif dengan sarat gambar dan penjelasan, hari ini disampaikan oleh Ustad Soedjono, dengan harapan, siswa yang hadir kali ini sadar untuk tidak mudah mencoba-coba atau mengenal orang, benda atau lingkungan yang tidak sholeh. Dan tahu bahwa banyak jebakan didalam perjalanan mereka kelak, maka harapannya mereka harus waspada dan hati-hati.

Dihari ketiga, Rabu, 11 Juli 2012, bertempat dihalaman sekolah, diisi dengan agenda seremoni penutupan acara oleh panitia dan kepala sekolah serta evaluasi dan pengukuhan oleh panitia kepada 10 siswa-siswi terbaik, disepanjang pelaksanaan Fortasi. Dan Gong Acara adalah pentas seni dan unjuk kebolehan dari siswa baru yang membaur menjadi satu dengan kakak kelas yang lain dan seluruh guru yang hari ini diwajibkan hadir semua. Hari ini diatas panggung pentas seni fortasi 2012-2013, Ibu Dra. Indah Susilarti, mewakili sekolah mengumumkan 10 peserta terbaik tahun ini, dengan diambil 2 siswa dari masing-masing gugus, mereka adalah, Rofit Hidayat dan Rozi Renanda, dari Gugus KH. A. Dahlan, selanjutnya, Reza Andika Pratama dan Rizal Fikri Fadhilah dari Gugus Amin Rais, Iwan Adytia Permana dan Lusy Ayu Ira Yamada dari Gugus Syafi’i Ma’arif, R.M Harnowo Bayu K. dan Mohammad Efendi dari Gugus Dien Syamsudien, dan terakhir Azmi Mahfudin dan Dina Amalia dari Gugus Azhar Baasyir. Dan mereka mendapat piagam yang diserahkan langsung oleh kepala sekolah, dan selanjutnya penghargaan kepada para siswa kreatif yang mendesain topi dan aksesori yang lucu. Hingga tinggi lebih dari satu meter dengan rancangan yang menarik. Diberikan oleh Pak Achung kepada Bayu Indra Ramadhan, dari gugus KH. A Dahlan, Wiwin Isnaini dari Gugus Syafi’i Ma’arifdan Nur Fadilah dari gugus KH. Mas Mansyur.

Dipenutup acara, diwarnai dengan aneka pentas seni dari siswa dan panitia, ada dari ekskul ada pula puisi, gerak dan lagu, tampilan jurus silat tapak suci, Pianica dan beragam pentas lainnya. Selain sebagai ajang untuk menarik minat dan bakat agar siswa baru nantinya mau masuk dibeberapa ekskul yang ditampilkan dipentas, seperti Tapak Suci, Hizbul Wathon, Tartil Qur’an dan bina vokalia. Sedangkan untuk siswa baru, tampil untuk mengeksplor kemampuan dan bakat diri.

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s