Pertemuan guru dan karyawan SD dan SMP Muhammadiyah 11 dengan pimpinan majelis Dikdasmen PCM Krembangan, pada hari Rabu, 27 Juni 2012, sebagai agenda rutin triwulanan dengan tujuan memberikan “charging” energi positif dan wawasan keilmuan bisa berupa pengajian, evaluasi kerja atau seminar, seperti yang dilakukan pada kali ini, dengan menghadirkan DR. Ir. Sudiyarto, MM atau biasa juga dipanggil Pak Sentot, Mantan Ketua Dikdasmen PCM Wiyung Surabaya, seorang Dosen S2 Agribisnis dan Instruktur Outbound di UPN Veteran dan Univ. Muhammadiyah Surabaya. yang menyampaikan materi tentang Softskills Guru dan Karyawan.

Acara yang digelar di Lt 2 menempati 3 lokal ruang kelas SD Muhlas, dihadiri oleh sekitar 50 orang dari unsur kepala sekolah, guru, dan karyawan. Tampak hadir Wakil Ketua PCM Krembangan, Bapak M. Hatta, dan Ketua majelis Dikdasmen PCM Krembangan Bapak H. Imam Samsudi, ST. didampingi oleh pimpinan yang lain, Bapak Sudjono dan Bapak Lanang. Pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB acara dibuka oleh Pak Jono selaku MC dengan gaya khasnya, parikan dan pantun, dan langsung mempersilakan Pak Imam untuk memberikan sambutan.

Dan isi sambutan yang disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen adalah berupa ucapan syukur dan bangga bahwa kepala sekolah dan guru di SD maupun SMP Muhlas mampu menghantarkan siswanya LULUS 100% UN 2012. Dan selalu mengingatkan hadirin untuk diajak Sholat, Shodaqoh, dan Syukur agar senantiasa gerak-gerik langkah kita tetap dituntun oleh ALLAS SWT menapaki Sirotol Mustaqiem.

Dan Sambutan yang kedua diberikan kepada Ustad Muhammad Hatta, mewakili Ketua PCM Krembangan menyampaikan pesan bahwa Apa yang kita cari di SD atau SMP Muhlas. Duit atau Ibadah? Seperti doa sapu jagat, jika ingin semua (bahagia dunia dan akhirat), ya.. niati bekerja untuk ibadah dan mencari ridho Allah. Jangan hanya karena duit, hal ini hanya bisa memberi kebahagiaan didunia saja, belum tentu di akhirat. Tegasnya. Intinya, tata niat dalam ibadah apapun, bekerja, memimpin rumah tangga dan lain-lain. Beliaupun menyampaikan kekecewaan tentang disiplin guru yang masih harus di gurak-gurak kepala sekolah melalui pengeras suara, tidak punya inisiatif menepati dan menempati tempat undangan sesuai jadwal. Hal ini berkaitan dengan keteladanan, tidak boleh terjadi lagi.

Dan sesaat setalah pak Lanang tiba, Pak Jono mempersilahkan beliau menjadi moderator mendampingi dan memfasilitasi jalannya seminar atau pak Jono enak mengistilahkan pertemuan ini dengan Peng(g)ajian. Dan secara singkat Pak Lanang yang juga seorang guru dan kepala sekolah di SMP Muhammadiyah di kawasan Sutorejo Surabaya,  langsung mengenalkan kurikulum vite dari Pak Sentot dan setelah itu waktu penuh diberikan kepada Pak Sentot yang masa kanak dan remajanya tinggal di Pakis Wetan.

Dengan menggunakan materi via slide proyektor, peserta seminar merasa mudah untuk membaca dan melihat isi materi Pak Sudiyarto yang ternyata seorang pengusaha Kacang Bawang non Kolesterol. Yang pagi itu sekaligus promo, memberi 2 bungkus kacang sebagai sampel dan tester yang dibagi rata kepada seluruh peserta yang hadir.

Sekilas materi yang diberikan adalah pengertian tentang softskill yang artinya Perilaku pengembangan diri dan kecakapan interaksi sosial, seperti daya inisiatif, mampu mengambil keputusan, bisa memimpin,  dan bekerjasama, bukan pada aspek terampil mengoperasikan computer, mengatur keuangan yang arahnya bersifat teknis. Dicontohkan seperti pemain bola yang memiliki hardskill berupa kemampuan teknis berlari, melompat, menendang dan menyerang. Sedangkan untuk softskillnya adalah mengatur strategi, mengambil keputusan serta berani mengambil resiko.

Lebih dalam beliau detail menjelaskan tentang kompetensi model dalam industry seperti Thinking Ability yang teridiri dari Conceptual Thinking, Analytical Thinking, Verbal Reasoning, Numerical Reasoning. Problem Solving dan trategic thinking, dan masih banyak lagi. Dan ditekankan bahwa untuk sukses hanya dibutuhkan kekuatan mindset 80% daripada kemampuan teknis. Maka kita harus ingat 3 M, Mau, Mampu dan Mental (hrs baik).

Pak Sentot juga bercerita tentang masa lalunya dimana Ibunya mendidiknya dengan keras dan penuh semangat, seperti harus metiki kangkung dan bayam, serta giling kacang, saat ibunya masih jual pecel sampai sekarang. Jika belum selesai tidak boleh meninggalkan pekerjaan. Tapi jika dalam hal pulang malam saat bermain jet-jetan dengan teman, beliau tidak pernah marah, hanya bilang, sana cuci kaki, dan tidur, kenang beliau.

Dan setelah selesai menyampaikan materinya, oleh Pak Lanang dibuka forum tanya jawab, tapi hanya satu orang yang bertanya karena hari sudah siang jelang dhuhur, yaitu pak Syamsul yang menanyakan bagaimana mengatasi anak (siswa) buangan dari negeri, yang nota bene, sering membuat ulah dan bikin makan hati. Jawab pak sentot. Bahwa pepatah Ala Bisa karena biasa. Atau juga ditambahkan beliau Ala Bisa karena dipaksa.

Acara diakhiri dengan sosialisasi aturan kepegawaian secara singkat oleh Pak Jono, tentang Jam Masuk, Pengunduran diri dan masih banyak lagi, yang secara detail pasal-pasalnya akan dibicarakan lebih lanjut. Acara ramah tamah pun dimulai dengan menikmati makan siang dengan menu Ikan Bakar Bamara, dilanjutkan dengan sholat dan pembagian gaji bulan juni 2012, dikantor keuangan Majelis di lantai I. (@)

 GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s