Pengajian Keliling IPM pada hari Ahad, 27 Mei 2012 bertempat di rumah Adi Tomy R. dari kelas VIII-A  di Jl. Sumber Mulyo VI/7 Surabaya, menghadirkan Ustad Sudjono, S.Pd. yang merupakan salah satu pengurus di Majelis DIKDASMEN PCM Krembangan, dengan gaya khas ceramahnya yang selalu diselingi dengan parikan atau pantun suroboyo. PengEling hari ini diikuti oleh lebih dari 70 siswa dari kelas VIII dan dihadiri pula oleh beberapa guru diantaranya, Pak Imam, Achung, Andre, Bu Nina, Ika, Titin, Indah dan Bu Budi.

Larasati Titi Nastiti, Sekretaris IPM sebagai pembawa acara mempersilakan Siti Arafah (VIII-A) membuka acara dengan Pembacaan Kalam Wahyu Ilahi dan selanjutnya memberikan waktu kepada Ketua IPM, Galang Aji Kartiko untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya Ananda Galang mengajak kepada seluruh teman-temannya yang hadir saat itu untuk selalu disiplin dan mentaati peraturan dan bukan malah membuat aturan sendiri. Seperti mengeluarkan baju (selain batik), celana dipres bodi (pensil), membolos dan tidak mengerjakan PR. Terkhusus untuk pengurus IPM, siswa yang pembawaannya kalem ini menghimbau agar bisa menjadi teladan dan bisa juga turut membantu sekolah menertibkan siswa bila ada yang melanggar.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Kepala Sekolah, yang hari ini diwakilkan kepada Bu Dra. Indah Susilastri, menyampaikan permintaan maaf karena Pak Akhwan ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan, kemudian mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah, yang berkenaan untuk ditempati pengajian, sambil menegaskan kembali apa yang disampaikan ketua IPM bahwa untuk bisa menjadi siswa yang tertib butuh pembiasaan, ujarnya sambil menukil pepatah, Ala Bisa karena Biasa. Diakhir sambutan ditutup dengan pesan, agar seluruh siswa yang hadir saat itu bisa terus semangat mengaji, menimba ilmu tanpa pernah kenal lelah, karena ini kelak akan menjadi habit yang positif.

Dan ketika sambutan diberikan kepada sohibul bait, ibu Tomy yang saat itu hadir bersama siswa putri, kebingungan dan tidak bisa berkata-kata, dan meminta tidak usah atau diwakilkan saja, dan ketika diberikan kepada Tomy, hal senada ditunjukkan Tomy dengan mundur-mundur sambil bilang Gak Isok,ya jadinya tidak ada sambutan. Dan langsung diberikan kepada Ustad Jono, biasa beliau dipanggil, yang baru tiba dan duduk sejenak kemudian memberikan tausiyahnya dengan berdiri sambil mengenalkan diri terlebih dahulu. Nang kertosono tuku duren, kloso lan keju. Pak Jono Keren koyo Suwon Suju (Personel boy band Super Junior dari Korea) (dikira nama kera sibuta dari gua hantu, Red.) setelah kenalan, ada aja yang bisa dibuat untuk ngerjain tuan rumah. Lha gimana gak lucu, sohibul bait punya 3 jam dinding yang berbeda waktunya, jam 03.00, jam 10.30, dan jam 9.50, ini membuktikan yang punya rumah gak kompak, canda Pak Jono. Semua langsung gerrrr, yang paling tertawa lebar ibunya Tomy.

Dan inti dari pengajian Pak Jono, yang juga PNS guru di sekolah Negeri, bertema Awas bahaya serangan merusak dari kaum yahudi dan nasrani. Yang di Al Qur’an sudah jelas disebutkan bahwa mereka tidak akan pernah rela, jika umat Islam Jaya dan harus mengikuti pola dan budaya mereka. Umpama Thomas Alfa Edison itu Islam, dia pasti masuk surga, karena karya dimanfaatkan oleh umat/masyarakat moderen. Tokoh-tokoh yahudi dan nasrani memang saat ini menjadi kiblat penemuan-penemuan alat modern, dan masuklah masa gombalisasi, plesetan Globalisasi, menjadikan yang jauh jadi dekat, yang lama jadi cepat. Sedangkan orang Indonesia penemuannya masih sebatas dibidang makanan, ote-ote, onde-onde dan lain-lain, kelakar beliau.

Misi Yahudi dan Nasrani sangat jahat sekali, dibidang teknologi, sudah banyak mengambil korban pemuda Islam, mereka menciptakan teknologi tanpa filter. Sehingga kita dapat amati pemuda kita mengalami 4 krisis, yang pertama, krisis Idola, Krisis Identitas dan Krisis Akidah dan Akhlaq. Ketika ditanya satu persatu siapa idolamu, hampir beberapa anak bingung tidak menjawab, ada yang nyeletuk Muhammad. Dan selanjutnya dikaitkan pak Jono dengan Gagalnya konser Lady Gaga, di Jakarta. Opo apike lady gaga, wong fansnya aja disebut Little Monster, atau setan cilik, Toyol. Apakah kalian senang??. Tegasnya. Dan tentang penampilan untuk membedakan cowok dan cewek dalam berpakaian aja kadang sulit membedakan, belum lagi dalam hal hubungan intim, sekarang banyak cowok yang kemayu dan sebaliknya.

Belum lagi krisis akidah dan akhlaq, anak muda jaman sekarang sudah tidak taat aturan, norma dan tidak sopan santun lagi, dan terlebih lagi masalah ibadah, seolah mereka hidup didunia saja, tidak ada hari pembalas hingga tidak takut dosa dan tidak takut kepada ALLAH SWT, dan sengaja berbuat jahat, dosa dan nista. Inti sari ini tetap dikupas oleh pak Jono dengan gaya ceramah khas pak Jono yang lucu dan selalu menarik bagi remaja, yakni dengan contoh-contoh riil di masyarakat dan sesuai di berita-berita seperti tawuran, hubungan bebas laki dan perempuan, mencuri, menganiaya (geng motor) dan lain-lain. (@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s