Gong-nya acara EXPROM selama 2 hari berselang, pada minggu (20-5-2012) adalah kehadiran Bapak Ali Murtadlo SH, Bos JTV, seorang entrepreneur sukses, murid dari Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sekaligus sebagai Pimpinan Majelis Ekonomi PWM Jatim, pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIB didaulat menjadi Mubaligh Tamu Pengajian Sakinah yang biasanya digelar secara periodik oleh Pimpinan Majelis Tabligh PCM Krembangan, yang hari ini menyampaikan tema kajian Ayo Jadi Pengusaha. Acara pengajian khusus ini dihadiri oleh ratusan massa simpatisan dan warga Muhammadiyah serta masyarakat umum pengujung EXPROM 2012, dari mulai orang dewasa sampai anak-anak, hingga mbludak membanjiri areal sebelah barat parkir Mall Giant Jl. Rajawali.

Setelah panitia penyelenggara memberikan pengantar dan sambutan tentang sukses EXPROM tahun ini kepada jamaah yang hadir memadati pelataran parkir hingga menggelar karpet tambahan karena kursi yang tersedia tidak mencukupi, langsung Pak Ali, panggilan akrab beliau, dipersilahkan menyampaikan orasi ilmiahnya oleh pembawa acara. Akan tetapi pria yang bersahaja namun bersemangat ini langsung mengucap salam dan mukadimah seraya berkata, saya bukan Ustad, Bukan Kyai juga bukan Orator Ilmiah, tapi hari ini saya hanya mau berbagi pengalaman.

Saat itu Pak Ali yang mengenakan setelan celana hitam lumayan ketat dan baju warna putih longgar bak baju muslim, langsung berjalan ketengah jamaah dan mengurai materi secara interaktif dengan jamaah yang hadir saat itu. Tampak pemandangan yang tidak biasa, karena pemateri terus berjalan berkeliling, hingga membingungkan kameramen yang sedang menyuting, seolah beliau ingin menyapa lebih dekat kepada semua jamaah yang telah menghargai mau mendengarkan ceramah beliau.

Dengan penuh semangat hingga berkeringat selama kurang lebih 1 jam, mantan guru bahasa Inggris pertama di SMP Muhammadiyah 11 ini mengajak terus dan berulang-ulang kepada jamaah yang hadir untuk mau jadi pengusaha. Karena sangat ironis, ketika beberapa pelajar yang disurvei langsung oleh beliau dengan ditanyai besok besar ingin jadi apa?, ternyata banyak yang lebih memilih ingin menjadi guru, dokter, insinyur, pegawai negeri, dan ada yang polos mengatakan ingin jadi pelukis, suatu harapan yang berani dengan impian yang Out of the Box, atau keluar dari kelaziman, puji beliau.

Karena mindset impian pelajaran sudah seperti itu, maka tidak ada ruang bagi warga Muhammadiyah untuk bisa memiliki Mall, seperti GIANT, Carrefour, dan lain-lain, yang ternyata impian dan cita-cita jadi pengusaha banyak diminati oleh masyarakat etnis tionghoa, sehingga sudah bisa ditebak, siapa yang punya Mall, Perumahan dan Usaha-Usaha besar lainnya?, bukan kita.

Lebih dalam panitia dan jamaah ditanya, apakah agenda EXPROM mau digelar lagi tahun depan? atau lima tahun kedepan, atau cuma sekali ini saja? tanya beliau. Kalau tidak ada yang mau jadi pengusaha, maka kelak akan sulit menggelar lagi. Karena untuk kaya, jalur yang lebih cepat adalah jadi pengusaha. Kitapun bisa jadi guru yang entrepreneur,  tantang beliau kepada jamaah yang mayoritas adalah guru. Seperti Primagama yang turut menjadi sponsorship acara EXPROM kali ini, mereka mampu menjual guru dan program-programnya, ujarnya.

Lebih jauh dipahamkan oleh Pria yang lama melanglang buana diluar negeri, dengan pertanyaan : Apakah kita sering mengeluhkan modal (uang) untuk melangkah usaha? Sebenarnya substansinya bukan itu, tapi mulailah dari sekarang, dan dari yang kecil-kecil dulu, jangan takut rugi atau gagal. Itu sudah jadi satu paket dalam pergulatan sukses usaha. Kunci suksesnya adalah seperti contoh gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad, Al Amin yaitu orang yang dapat dipercaya, ini disebut softskill, yaitu memiliki pribadi yang honest, friendly,  nice, smile, inilah modal yang sebenarnya. Beliau mencontohkan dengan beberapa perilaku yang ramah, menyenangkan, perhatian, sopan santun, bersahabat, selalu berorientasi kepuasan dan kesenangan pelanggan dan jangan pernah mencaci maki keadaan apapun.

Resep utama dari Pak Ali selanjutnya adalah, untuk jadi pengusaha sukses, pertama harus memiliki Passion atau menyukai pekerjaan tersebut, jadikan Vocation is Vacation. Yang kedua Heart (pakai hati) dan itu semua jadikan Habit atau kebiasan yang sebenarnya hanya cukup 2 minggu saja untuk membiasakan sesuatu perilaku tertentu. Dan Ajakan beliau, Ayo mulai sekarang, kita harus mau menjadi pengusaha Warung Giras, Laundry, atau seperti Wardhana, Purnama dan lain-lain.

Pada kesempatan itu Pak Ali juga sempat mempromosikan produk usaha beberapa peserta pameran seperti Tahu Campur Sukodadi milik Pak Itong dan usaha kerudung Bu Ata dari PC Aisyiyah Krembangan. Disini tersirat pesan bahwa kalau Warga Muhammadiyah mau maju, seluruh warganya harus mau peduli dan membeli produk usaha milik warga Muhammadiyah juga. Yang ironisnya ketika ditanya siapa yang jual beras? Setelah ditunggu beberapa saat tidak ada yang mengacung, padahal beras adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dan yang lebih mencerahkan ketika Bos media elektronik ini menjelaskan tentang Sholat yang substantif, yaitu sholat yang diibaratkan seperti Sholat Subuh 2 rokaat tapi waktunya selama 30 menit, bisa nggak??! Disini kita harus menghayati betul ayat per ayat, seperti surat al fatihah yang ditawarkan kepada jamaah untuk menterjemahkan. Beliau mengajak Jamaah untuk mau menjalankan ibadah sunnah seperti tahajud, puasa senin kamis, dan sholat dhuha. Ibadah inilah yang mendampingi usaha kita saat gagal atau jatuh, karena Al Qur’an menyebutkan Allah memberikan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan bisa dari mana saja. Beliau mengilustrasikan jika kita menemukan nikmat sholat tahajut, seolah itulah kenikmatan bak mariyuana, ekstasi, dan heroin. Ayo kita nikmati itu.

Sesaat beliau membuka dompet dan membuat pertanyaan, dan bagi yang bisa menjawab akan mendapat Rp. 50.000, salah satu orang yang beruntung mendapat hadiah tersebut adalah ustad Alimudin yang menjawab Apabila kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat yang telah diberikan.

Kesimpulan akhir dari ceramah beliau adalah, untuk menjadi pengusaha hebat harus meninggal ini : nonton sinetron, nonton bola piala champion dan debat politik, yang malah bisa jadi kita ketularan suka ngeyel, ngotot dan marah-marah. Istilah beliau DO NOTHING itu dilarang atau kebiasaan yang kurang bermanfaat, tinggalkan saja. fokus dan belajar dari kisah sukses pengusaha yang sudah kaya, atau selalu rajin baca berita Jawa Pos diartikel kewirausahaan. Pesannya Honestly lead you to go Goodness and Goodness lead you to go Paradise. Atau kebalikannya.

Memang hampir sepanjang ceramah, istilah-istilah yang beliau pakai menggunakan bahasa Inggris, tampak lidahnya sudah keseringan pakai bahasa tersebut. Belum lagi sekilas wajah beliau menampakkan sosok oriental yang kental, dan tak ayal hampir seluruh jamaah tersirep oleh ceramah beliau yang penuh semangat,dinamis, komunikatif, fun, funny and fresh. Sangat Inspiratif sekali (Red)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s