Sekolah yang bermutu, salah satu indikator utamanya menerapkan metode Bilingual Indonesia–Inggris disetiap proses belajar mengajar di kelas dan disetiap mata pelajaran apapun. Dan hal ini sudah menjadi tuntutan bagi semua guru, harus bisa berbicara, menulis dan membaca dalam bahasa Inggris, guna menghadapi tantangan masa depan, dimana sekolah telah menandatangani MOU dengan sekolah di luar negeri.

Di bulan Januari 2012, sebagai starting point SMP Muhammadiyah 11, yang di komandani oleh Ustad Akhwan Hamid, S.Pd., dengan tanggap merespon penawaran kerjasama oleh salah satu provider Jasa English Training di Surabaya. Dengan menghimbau semua guru, agar bisa berpartisipasi belajar Bahasa Inggris bersama. Maka Ustad Akhawan melakukan MOU dengan Provider Jasa English Training tersebut. Dan disepakati, pembinaan Bahasa Inggris untuk guru dijadwalkan tiap hari Rabu jam 18.00 – 20.00 WIB. Dengan biaya sejumlah tertentu, peserta pelatihan memperoleh starter kit buku handout dan pelatihan selama 24 x tatap muka. Sedangkan Instruktur / tutor yang membimbing langsung dikenalkan, beliau adalah Miss Dana, seorang wanita muda yang energik, cerdas, fasih dalam pelafalan (pronounciation), serta menarik dalam penampilannya.

Dan hari ini, Rabu 15 Februari 2012 dipertemuan IV, peserta sudah mulai berkurang, akan tetapi beberapa guru yang hadir masih tetap bersemangat, karena para dedengkot di SMP M 11 saat itu masih hadir juga. Hal inilah yang insyaALLAH diyakini oleh teman-teman, akan mampu menarik kembali minat rekan-rekan guru yang mulai kendur semangatnya menjadi antusias kembali.

Malam itu Miss Dana sangat bersemangat mengajarkan materi English Grammar, dengan mengupas detail soal-soal dalam bentuk tiap peserta membuat kalimat berdasarkan handout. Peserta dimotivasi untuk tidak memperdulikan dulu benar atau salahnya, karena malam itu, Miss Dana menjelaskan dengan mudah dan gamblang kalimat-kalimat salah yang dibuat oleh peserta, ketika menunjukkan yang benar, Miss Dana pun menjelaskan kenapa ini seperti ini dan kenapa itu tidak seperti itu, karena bla bla bla bla.

Dan memang kadang metode Miss Dana terlalu monoton bagi peserta yang rata-rata sudah sepuh dan capek setelah seharian bekerja, beliau kurang memodifikasi materinya yang sudah bagus dengan Ice Breaker atau Energizer dalam bentuk Game atau Tebak-tebakan. Usul dan masukan dari Pak Achung, yang malam itu hadir hanya untuk sekedar ingin tahu dan mendokumentasikan moment saat itu agar bisa dimuat di website sekolah.

Maka langsung setelah mendengar saran tersebut, Pak Yudi, sebagai Guru Bahasa Inggris dan Koordinator Kursus ini, dengan sigap menunjukkan salah satu Ice Breaker yang mungkin bisa dicontoh oleh Miss Dana, yaitu game menyebut kata atau benda, setelah itu melempar penghapus, dan penghapus harus ditangkap oleh orang lain kemudian si penangkap menyebut benda lain sambil melempar lagi. Tapi dalam menyebut benda itu, si penangkap harus melanjutkan kata yang diawali dengan huruf akhir benda yang disebutkan oleh orang pertama. Dan peserta pun akhirnya ekstra berpikir dengan ger ger an senyum dan tawa.

Pukul 20.00 tepat pelatihan diakhiri. Dan Miss Dana mengingatkan ke peserta agar lebih bisa tepat waktu, supaya waktu 2 jam dalam sekali tatap muka, sebagai hak peserta tidak terkurangi. Dan beliau mengucapkan terima kasih atas saran dan masukan dari peserta. Dan hal-hal materi yang saat itu beliau belum tahu, menjadi PR yang akan dipelajari lagi, dan disampaikan di pertemuan kursus berikutnya. (@)

GALLERY PHOTO :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s